0800-11-66639     LOG IN
Layanan Nasabah PT. Monex Investindo Futures dan Phone Trading untuk sementara hanya dapat dilayani melalui nomor telepon 021-50928899
 
 
 
 
 
 
-article-06-dasar-risk-management1597838379.jpg

Dasar-Dasar Risk Management yang Wajib Diketahui Trader Pemula

20 August 2020

Jika kamu membaca beberapa artikel di MIFX Blog, kamu akan melihat bagaimana MIFX selalu menekankan pentingnya risk management, atau manajemen risiko. Sekarang, mari kita pelajari cara-cara mengelola risiko dalam trading forex, komoditas, maupun indeks untuk melindungi dana kita ketika harga bergerak ke arah yang tidak kita inginkan.


Kenali dulu berbagai risiko dalam trading

Semua trader, tak peduli seprofesional apa pun, selalu terekspos risiko loss atau kerugian yang sama. Risiko apa sajakah itu?


  • Risiko pasar

Risiko pasar, atau market risk, muncul akibat perubahan harga yang terjadi di luar perkiraan trader.

  • Risiko suku bunga

Perubahan suku bunga bank sentral suatu negara berisiko mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut.

  • Risiko leverage

Leverage membantumu memaksimalkan peluang profit, tapi leverage juga berarti risiko loss yang lebih besar.

  • Risiko modal

Risiko modal muncul akibat trading tanpa rencana yang matang, di mana harga tidak bergerak ke arah yang diperkirakan, tidak ada cut loss, dan trader kehabisan modal karena terus menunggu perubahan arah harga.


Cara mengelola risiko dalam trading

Walaupun trader pemula dan trader pro sama-sama terekspos berbagai risiko di atas, bedanya adalah trader pro paham cara mengatur risiko. Sehingga, risiko yang diterima tidak terlalu besar dan dapat ditanggulangi. Berikut adalah beberapa risk management atau pengaturan risiko yang dapat kamu terapkan saat trading:


  • Tentukan toleransi risiko

Ajukan pertanyaan ini saat membuat rencana trading dan sebelum membuka posisi di pasar: “Berapa kerugian yang dapat saya terima?”


Jika kamu belum tahu berapa kerugian yang dapat kamu terima, kamu akan sangat rentan mengalami kerugian dalam jumlah besar. Normalnya, trader menentukan batas loss per transaksi di kisaran 1%-5% dari dana yang dimiliki. Misalnya, kamu punya dana $1.000, maka batas loss-mu antara $10-$50 saja untuk satu transaksi. Jumlah ini terhitung cukup kecil dan dapat kamu “lunasi” dengan peluang profit di transaksi-transaksi berikutnya.


  • Gunakan stop loss dan take profit di setiap transaksi

Setelah mengetahui toleransi risikomu, kamu dapat memanfaatkan fitur stop loss untuk memasang level batas kerugian. Dengan stop loss, kamu tidak perlu terus menerus mengamati chart tanpa jeda untuk berjaga-jaga, karena posisimu akan otomatis tertutup jika harga menyentuh level stop loss. Dengan begitu, kamu terhindar dari kerugian yang jauh lebih besar jika harga berubah arah.


Berbeda dengan stop loss, take profit mengatur level batas keuntungan, tapi cara kerjanya sama. Saat harga menyentuh level take profit, posisimu akan otomatis tertutup sehingga profit-mu langsung terealisasi. Kedua fitur ini dapat kamu akses di MIFX Mobile sebelum membuka posisi.


  • Hindari overtrading

Overtrading di sini dapat berupa transaksi dengan lot yang besar, di mana jumlah lot ini tidak sebanding dengan ketahanan modal. Jika harga tidak sejalan dengan posisi yang dibuka, akun trader tersebut akan terkena autocut dan mengalami kerugian dalam jumlah besar. Karena itu, pertimbangkan juga jumlah lot saat akan membuka posisi.


  • Atur risk-to-reward ratio

Untuk mengelola risiko trading jangka panjang, gunakan risk-to-reward ratio (RRR) untuk membuat perbandingan batas risiko rugi dan target profit dalam setiap transaksi. Pastikan rasio minimal yang kamu gunakan adalah 1:2 untuk mendapatkan hasil yang positif dalam jangka panjang. Pelajari lebih lanjut mengenai RRR di artikel ini.


  • Pelajari psikologi trading

Aspek psikologi memegang peranan penting dalam trading. Trader yang emosional cenderung kesulitan untuk konsisten mengikuti rencana trading yang sudah dibuat. Cari tahu cara mengatur emosi dalam trading di sini.


Pada dasarnya, prinsip bisnis trading sama dengan bisnis lainnya. Semua faktor harus diperhitungkan dan direncanakan untuk melindungi kelangsungan bisnis dan modalmu, termasuk faktor risiko kerugian. Dengan mempersiapkan risk management yang matang, kamu akan dapat trading dengan lebih nyaman dan percaya diri karena kamu tahu kamu masih punya rencana B jika rencana A tidak berhasil.

RELATED ARTICLES
-article-01-risk-to-reward-ratio1593504923.jpg
Atur Risiko Kerugianmu dengan Risk-to-Reward Ratio
02/07/2020 14:57
Analisis dan prediksi memang tidak bisa lepas dari trading. Tanpa analisis, risiko rugi tidak bisa dikontrol. Namun, analisis yang kita buat juga tidak selalu tepat, sehingga kadang kita mengalami kerugian.
Selengkapnya
-article-08-risk-management-dalam-forex1592277964.jpg
3 Macam Risk Management dalam Forex
30/06/2020 15:28
Mungkin kamu pernah mendengar pengalaman trader pemula yang rugi banyak di awal, sehingga kapok dan langsung berhenti trading. Tahukah kamu? Kejadian rugi banyak seperti ini biasanya disebabkan karena tidak adanya risk management yang baik
Selengkapnya
RELATED ARTICLES
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Mohon menunggu, jangan tutup halaman ini